Forkompimda Kabupaten Karo, Laksanakan Rapat Dengar Pendapat Terkait Pungli Terhadap Pengunjung ke Objek Wisata Permandian Air Panas

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Forkompimda Kabupaten Karo, Laksanakan Rapat Dengar Pendapat Terkait Pungli Terhadap Pengunjung ke Objek Wisata Permandian Air Panas

Rabu, 24 November 2021
INVESTIGASINEWS.CO
Tanah Karo (Sumut) - Porkopimda Kabupaten Tanah Karo laksanakan rapat dengar pendapat tentang keluhan warga masyarakat yang ingin berwisata ke air panas ada pengutipan uang terhadap para pengunjung di simpang masuk ke permandian air panas Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merek, Kabupaten Tanah Karo, Selasa (23/11/2021) bertempat di ruang rapat badan anggaran Kantor DPRD Kabupaten Karo Jalan Veteran Kabanjahe.

Rapat dengar pendapat (RDP) tersebut dilaksanakaan membahas tentang keluhan warga masyarakat Desa Semangat Gunung atas adanya pungli terhadap para pengunjung  di simpang jalan menuju objek wisata pemandian air panas di Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Tanah Karo. 

Kegiatan  RDP tersebut di hadiri oleh Bupati Karo Corry S br Sebayang, Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting, Kapores Tanah Karo Akbp Yustinus Setyo, SH,Sik, Ketua DPRD Kabupaten Karo Iriani br Tarigan, mewakili Kajari Karo Obrika Simbolon, Wakil ketua DPRD David Sitepu, Sadarta Bukit, anggota DPRD Karo Jani, Ferianta Purba,SE dan Pujiati serta hadir juga Kadis Pariwisata kabupaten Karo Munarta Ginting, Kasatpol PP Pemkab Karo Hendrik Tarigan,Camat Merdeka, Camat Berastagi, Kades Semangat Gunung M.Akhyar Ginting dan perangkat Desa Semangat Gunung dan 20(dua puluh) orang perwakilan masyarakat serta para pengusaha permandian air panas Desa Semangat Gunung semangat gunung yang dikoordinir oleh Herdi Tarigan.

Pembukaan rapat oleh ketua DPRD Kabupaten Karo, penyampaian keluhan warga dari perwakilan pengusaha oleh Herdi Tarigan.

Setelah mendengar masukan dan keluhan dari masyarakat dan dari pengusaha permandian air panas tersebut, Ferianta Purba,SE mengatakan bahwa, "hingga saat ini belum ada aturan hukum untuk pengutipan terhadap para pengunjung ke objek wisata air panas. Untuk itu agar pemerintahan Kabupaten Karo bersama DPRD Karo segera menyelesaikan regulasi tentang pengutipan retribusi, sehingga tidak dimanfaatkan oleh oknum oknum tertentu untuk mengambil keuntungan pribadi, kalau tidak ada yang membackup tidak mungkin masyarakat berani melakukan pungli (pungutan liar). Kiranya masyarakat dan pengusaha Desa Semangat Gunung bersabar untuk menahan emosi tidak melakukan tindakan", ujar Ferianta Purba.

Sementara, Sadarta Bukit wakil Ketua DPRD Karo sudah menanggapi dan memahami keluhan yang disampaikan oleh warga, "Kami telah berkoordinasi dengan Kapolres Tanah Karo untuk segera mencari solusi permasalahan ini" pungkasnya singkat.

Dalam rapat tersebut Kapolres Tanah Karo menjelaska bahwa sudah melakukan pendekatan dengan pelaku usaha dan masyarakat Desa Semangat Gunung.

"Polres Tanah Karo sudah beberapa kali melakukan upaya hukum terhadap pelaku pungli namun ada yang mencabut pekara dengan alasan kekerabatan dan hubungan keluarga antara pelaku, juga Polres telah melakukan upaya pencegahan pungli dengan melakukan patroli di jalan menuju  permandian air panas, jangan saling menyalahkan satu sama lain, dan mari kita kerja sama untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan melibatkan tomas, toga dan todat", tutur Kapolres.

Selanjutnya Bupati Karo Corry S br Sebayang menjelaskan bahwa berkurangnya pengunjung ke objek Wisata Tanah Karo belakangan ini bukan karena adanya pungli, melainkan karena adanya bencana longsor di jalan menuju Tanah Karo.
"Dalam hal ini  Pemkab Karo sudah berpikir agar pungli tidak terjadi dan seusainya rapat dengar pendapat ini, Pemkab Karo bersama Polres dan Kodim 0205/TK akan melakukan penjagaan di sepanjang jalan menuju objek air panas guna mencegah terjadinya kegiatan pungli,mari bersama-sama kita membuat yang terbaik untuk Desa Semangat gunung dan Desa Doulu", harap Bupati.***mb.purba.