Membangun Kepercayaan Anggota Koperasi KUD TUNAS MUDA, Gelar Konperensi Pers

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Membangun Kepercayaan Anggota Koperasi KUD TUNAS MUDA, Gelar Konperensi Pers

Selasa, 02 Maret 2021
INVESTIGASINEWS.CO
SIAK. Selasa 02/03/2021. Terkait permasalahan yang dihadapi oleh para pengurus koperasi yang telah sekian lama tak kunjung mendapatkan titik terang, kendatipun persoalan yang dihadapi telah menempuh jalur hukum dan masih dalam proses Penyidikan oleh pihak yang berwenang yakni Penyidik Kepolisian Resort Siak dan Kejakjaksaan Negri Siak.

Dalam menyikapi permasalahan yang terjadi untuk mendapatkan solusi dan dukungan, pengurus KUD Tunas Muda mengadakan kegiatan KONPERENSI PERS yang dilaksanakan di Aula gedung pertemuan balai desa di Desa/Kampung Teluk Merbau Kec.Dayun Kab.Siak.

Pelaksanaan Konperensi PERS yang diselenggarakan oleh para pengurus koperasi alhamdulillah dapat berjalan lancar dan sukses, dimulainya kegiatan acara ini sekira pukul 10.00 WIB sampai dengan pukul 13.00 WIB, Selasa 02/03/2021.

Acara jumpa PERS yang dilaksanakan dinakhodai langsung oleh Ketua KUD Tunas Muda Desa/Kampung Teluk Merbau, dapat terlaksananya kegiatan ini yakni berkat adanya dukungan seluruh anggota dan para pengurus KUD dan adanya dukungan dari berbagai pihak.

Mengupas permasalahan yang terjadi didalam tubuh Koperasi Unit Desa (KUD) Tunas Muda, pihak penyelenggara kegiatan mengundang seluruh awak media yang ada di Kabupaten Siak, guna menghadiri acara yang dilaksanakan.

Adapun maksud dan tujuan yang dilaksanakan untuk menyampaikan permasalahan yang dihadapi oleh para pengurus KUD Tunas Muda yang dipandang dan dirasakan sangat pelik dan tak kunjung berkesudahan agar mendapat dukungan dan dapat disampaikan ke publik.

Acara Konperensi PERS yang dihadiri oleh wartawan dari berbagai media yang terdiri dari Media cetak Surat Kabar Umum dan Media Elektronik Online, dalam kesempatan ini pihak pengurus Koperasi Tunas Muda juga menghadirkan Advokad atau Praktisi Hukum sebagai Nara Sumber dan tampak turut hadir Camat Dayun dan Babinkantibmas Kampung Teluk Merbau dan lainnya.

Melalui acara jumpa PERS yang dilaksana Kuasa Hukum Koperasi Tunas Muda Dedi Reza . SH, menjelaskan, Koperasi Unit Desa Tunas Muda Kampung Teluk Merbau, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak mempertanyakan Perkara yang saat ini dalam proses penyidikan oleh pihak yang berwenang yakni Kejaksaan Negri Siak.

Adapun objek yang dibahas tentang Perkara 122 hektare tanah/ lahannya milik anggota KUD Tunas Muda yang diduga diserobot dan diduga ada indikasi alas hak kepemilikan tanah/lahan dan upaya proses penerbitan sertifikat ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kab.Siak oleh Koperasi Sialang Makmur, Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan.

"Dari Kejaksaan Negeri Siak sudah menetapkan perkara dalam tahap P19, dan telah diterima satu bulan lalu. Akan tetapi berkas masih juga dikembalikan pada penyidik Kepolisian Resort Siak dan dengan petunjuk harus diperiksa semua anggota koperasi. Kendatipun permasalah itu adalah kewenangan mutlak kejaksaan, kita khawatir ada pihak yang diduga mengganggu proses hukum, untuk itu perkara itu harus dikawal", jelas Dedy Reza, Selasa 02/03/2021.

Masih menurut Dedi, Koperasi sebagai badan hukum mutlak diwakili pengurus, pengurus inti dan anggota yang demikian itu sudah cukup tanpa harus diperiksa semuanya, apalagi Kepolisian Resor Siak sudah menetapkan dua tersangka dari Koperasi Sialang Makmur

“Awalnya permasalahan terjadi atas dasar jual beli yang sah pada tahun 2011 lalu, namun telah terjadi ketidak konsistenan pihak Pengurus Koperasi Sialang Makmur telah mengingkari kesepakatan dan perjanjian bayar, dan pada itu KUD Tunas Muda menjual lahan 122 ha yang berlokasi di lahan cina Kampung Dayun senilai Rp6,9 miliar dan dibayar diawal sebagai uang muka Rp3,9 miliar.

Dan kemudian pembeli pada tahun 2013 lalu meminta Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) untuk dilakukan bea balik nama  ke KUD Sialang Makmur. Sebanyak 61 surat SKGR dengan luasan masing-masing surat sekira 20.000 meter persegi.

Dan setelah itu, pihak KUD Tunas Muda hanya memberikan potocopy dan surat yang asli ditahan KUD Tunas Muda sebagai wujud jaminan kepercayaan bila mana tidak dibayar sesuai dengan kesepakatan perjanjian dan tentang batas waktu yang ditetapkan dan disepakati.

"Dan mirisnya tanpa sepengetahuan pihak KUD Tunas Muda dan pihak Koperasi Sialang Makmur, telah meningkatkan SKGR kebentuk  sertifikat tanah yang diterbitkan oleh Badan Pertanahan Siak pada objek lahan sebanyak 49 sertifikat", ungkapnya gamblang, menjawab pertanyaan yang dilontarkan beberapa awak media yang hadir.

Dedi Reza SH juga mengatakan, Sejauh ini sudah dilakukan komonikasi secara persuasip atau secara kekeluargaan dan terhitung mulai tahun 2012 lalu hingga 2019 sama sekali tidak ada itikad baik dari pihak pengurus KUD Sialang Makmur.

"Dan atas sikap dan tindakannya, pihak kami sangat merasa dirugikan, maka dari itu KUD Tunas Muda berupaya menempuh jalur hukum dan membuat laporan secara resmi ke Polres Siak", lanjutnya.

Laporan tertera pada LP berikut:
Laporan Polisi Nomor LP/B/73/Vll/2020/Riau/Res SiaWSPK I tanggal 4 Juli 2020; Surat Perintah Penyidikan Nomor: Sp. SidiW42/Vll/2020/RESKRlM tanggal 4 Juli 2020;
Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan Nomor: SPDP/47Nll/RES.1.11./2020/Sat Reskrim tanggal 4 Juli 2020.

"Semua pihak sudah diperiksa dan naik ke penyidikan dengan melengkapi alat bukti surat dan hasil laboratorium forensik. Laporan itu diproses menjadi dugaan pidana pemalsuan dokumen dan penyerobotan lahan yang kini sudah P19 atau sudah diterima jaksa, namun dikembalikan", tambahnya.

Pada kesempatan ini Ketua KUD, Setiono, Tunas Muda juga menyampaikan pokok permasalahan yang dihadapinya.

"Saya berharap dengan ketransparanan yang disampaikan dalam acara Konperensi PERS yang diselenggarakan, berharap agar nama baik lembaga dan saya pribadibisa dipulihkan. Sebab saban tahun persoalan ini terus dibahas didalam rapat koperasi dan bahkan senantiasa mendapat komplain dari para pengurus dan anggota", terangnya.

Dan Ia juga mengatakan, Pengurus tidak ikut bermain dalam perkara yang ada.

Untuk itu pihaknya mengambil keputusan menempuh jalur hukum dan membuat LP secara resmi ke Polres Siak.

"Dan saat ini sedang dalam penyidikan dan semoga berjalan lancar dan hal ini saya selaku Ketua KUD ingin nama baik saya dan kepercayaan anggota dapat kembali", ujar Setiyono

Mengenai uang jual beli Rp3,9 miliar sudah dibagikan ke anggota dan status penguasaan tanah/lahan di yang terletak dilahan cina dayun Kampung Dayun tersebut saat ini juga sudah berhasil dikuasai oleh KUD Tunas Muda semenjak tahun 2019 lalu 

Sementara, Camat Dayun, Novendra Kasmara menyampaikan pihaknya menyambut positif upaya hukum yang dilakukan oleh pengurus KUD , dan agar permasalahan dapat diselesaikan, sebab permasalahan ini saban tahun dimasukkan dalam pembahasan pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan menyampaikan laporan masalah mengenai asset lahan ini melalui laporan pengurus , 

“Dan selain itu Koperasi Tunas Muda ini diketahui sudah banyak memberi manfaat, dan bahkan menjadi tumpuan roda perekonomian masyarakat yang khususnya yang tergabung sebagai keanggotaan koperasi, dan tentunya timbulnya permasalahan ini tidak lah diharapkan untuk itu dengan adanya persoalan ini diharapkan dapat dimengerti oleh seluruh anggota," tutupnya.***

Laporan: Feri
Editor: Redaktur INVESTIGASINEWS.CO