BREAKING NEWS. Semburan Gas di Pesantren Al Ikhsan Boarding School, Tenayan Raya, Riau

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

BREAKING NEWS. Semburan Gas di Pesantren Al Ikhsan Boarding School, Tenayan Raya, Riau

Sabtu, 06 Februari 2021
INVESTIGASINEWS.CO 
PEKANBARU. RIAU. Semburan gas bergemuruh di kawasan Pondok Pesantren Al Ikhsan Boarding School di Kelurahan Tuah Negeri, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Riau, Kamis 04/02/2021.

Gas menyembur kuat dari perut bumi di kawasan Pondok Pesantren tersebut.

Akibat kejadian ini, seluruh santri yang ada di pondok terpaksa mengungsi.

Sebab, selain dikhawatirkan gas mengandung zat kimia, semburan itu juga mengeluarkan pasir dan sesekali ada bebatuan.

Apalagi, bunyi semburan gas sangat kuat bergemuruh di kawasan pondok pesantren tersebut.
Kepala Sekolah Pondok Pesantren Al Ikhsan Boarding School Untung Wahyudi mengatakan, sebanyak 34 orang santri saat ini sudah diungsikan.

"Santri kita ada 34 orang sudah diungsikan ke Pondok Pesantren Al Ikhsan Boarding School I di Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar. Awalnya mereka kita evakuasi dulu ke masjid supaya aman," kata Untung saat diwawancarai di lokasi kejadian.

Ia menambahkan, santri akan kembali ke pondok setelah situasi sudah aman.

Sebab, belum diketahui apakah semburan gas itu mengandung bahan berbahaya atau tidak.

"Sekarang kita kan belum tahu apakah gas ini beracun atau tidak. Jadi, supaya aman santri kita unsikan dulu. Kalau sudah aman baru kita kembali lagi ke pondok," ujar Untung.
Gara-gara bikin sumur bor.
Diberitakan sebelumnya, semburan gas terjadi ketika pembuatan sumur bor di Pondok Pesantren Al Ikhsan Boarding School di Kelurahan Tuah Negeri, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Kamis (4/2/2021).

Berdasarkan pantauan di lokasi, Kamis (4/2/2021) pukul 17.00 WIB, bunyi semburan gas begitu kuat bergemuruh.

Sumur bor yang menyemburkan gas itu terdapat di antara gedung belajar dengan pondok santri.

Semburan gas yang begitu kuat, terdengar dari jarak sekitar 300 meter. Semburan gas juga mengeluarkan pasir dan sesekali bebatuan dari perut bumi.

Warga dilarang mendekat.
Camat Tenayan Raya, Indah Vidya Astuti mengatakan, semburan gas itu terjadi ketika beberapa pekerja sedang melakukan pengeboran sumur bor sekitar pukul 14.00 WIB.

"Pondok pesantren rencananya mau bikin sumur bor. Namun, saat pengeboran pada kedelaman 119 meter tiba-tiba ada semburan gas," kata Indah saat diwawancarai di lokasi kejadian.

Dia menyebutkan, awalnya semburan gas tidak begitu kuat. Namun, semakin sore kondisinya semakin kuat gas yang keluar.

Terkait semburan gas itu, Indah mengaku berkoordinasi langsung dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pekanbaru.

"Kita juga sudah berkoordinasi dengan perusahaan dibidang gas, yaitu PT Kalila. PT Kalila bilang tadi gas ini bisa habis sendiri. Tapi kalau sekarang makin kuat semburannya," kata Indah.

Sementara itu, Danposramil Tenayan Raya, Kodim 0301/Pekanbaru, Peltu Ferry Siburian melakukan pengamanan di lokasi.

Warga tidak diperbolehkan mendekat karena dikhawatirkan gas tersebut mengandung racun.

"Warga tidak boleh mendekat. Karena kita belum tahu kandungan semburan gas itu beracun atau tidak," ujar Ferry.

Bukan kejadian pertama.
Kejadian semburan gas ini sebelumnya juga pernah terjadi. Bahkan, ini kejadian sudah ketiga kalinya.

Kejadian pertama pada awal tahun 2019 lalu, saat ada penggalian pada pembangunan PLTU Tenayan Raya.

Beberapa waktu setelah itu, semburan gas terjadi lagi saat penggalian pada pembangunan kawasan industri tenayan (KIT) oleh PUPR Pekanbaru.

"Waktu itu didatangkan ahli dan setelah diperiksa gas tidak mengandung racun," sebut Ferry.

Menurut dia, kejadian yang ketiga ini paling besar semburan gasnya dibandingkan kejadian sebelumnya.

Bahkan, semburan gas saat ini juga terlambat.

"Ini paling kuat dan lama. Tapi, nanti gas ini habis sendiri," pungkas Ferry.***
Laporan: AZUARDI (Biro Kota Pekanbaru)
Sumber: Kompas
Editor: Redaktur INVESTIGASINEWS.CO