Sujarwo Maju dari Partai Golkar Gelarn Pilkada 2020 di Siak

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Sujarwo Maju dari Partai Golkar Gelarn Pilkada 2020 di Siak

Selasa, 14 Juli 2020

INVESTIGASINEWS.CO
SIAK. Selasa 14/07/2020. Anggota Fraksi PAN DPRD Kabupaten Siak, Sujarwo tampaknya bakal maju juga di Pilkada Serentak 2020 pada 09 Desember 2020 mendatang.

Sujarwo menjadi bakal calon wakil bupati Siak berpasangan dengan bakal calon bupatinya Said Arif Fadillah, yang juga Kepala Dinas Perhubungan Siak. Pasangan ini dijagokan oleh Partai Golkar.

Padahal sebelumnya, Sujarwo sempat menolak untuk dicalonkan partai berlambang pohon beringin rindang itu. Malah, surat penolakan dibuat dalam pernyataan bermaterai 6000 pada bulan Mei lalu.

Dalam surat pernyataan, Sujarwo dengan tegas menyatakan tidak ingin mencalonkan diri sebagai Bupati Siak. Alasannya, ingin fokus mendukung kader PAN yang akan diusung di Pilkada Siak 2020.

Surat pernyataan yang ditanda tangani pada 13 Mei 2020 pun isinya ada 4 poin. Berikut ini kutipan isi surat pernyataan Sujarwo.

1. Saya tidak akan maju sebagai calon Bupati/Wakil Bupati Siak pada Pilkada 2020 dari Partai manapun dan mendukung sepenuhnya Bakal Calon Bupati/Wakil Bupati Siak yang diusung oleh Partai Amanat Nasional.

2. Saya bersedia mengklarifikasi ke media massa tentang ketidakbenaran informasi pencalonan atas diri saya tersebut.

3. Saya meminta kepada DPD I Partai Golkar untuk mengeluarkan nama saya dari survey Bakal Calon Bupati/Wakil Bupati Siak Pilkada 2020 serta menolak hasil survey tersebut.

4. Saya bersedia menerima sanksi dari Partai Amanat Nasional apabila di kemudian hari saya tidak mengindahkan pernyataan ini.

Namun faktanya, pada Minggu 12 Juli 2020, SK Golkar diberikan kepada pasangan Said Arif Fadillah - Sujarwo.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPD I Golkar Riau Bidang Pemenangan Pemilu, Ihsan saat dikonfirmasi media lewat sambungan telepon seluler, Selasa siang 14 Juli 2020 mengatakan, dirinya tidak tahu soal surat yang dimaksud.

Sementara itu, Sujarwo yang dihubungi media melalui saluran ponsel pada Selasa siang 14 Juli 2020, memang tak menampik pula perihal surat pernyataannya yang dibuat di bulan Mei 2020 itu.


Dan, ia menolak memberikan keterangan. Sujarwo mengaku, akan membuat surat kembali untuk menjawab isi surat sebelumnya.***kom.red