Dampak Covid-19, Petani Cabe Keluhkan Harga Cabe Anjlok

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Dampak Covid-19, Petani Cabe Keluhkan Harga Cabe Anjlok

MEDIA DETIL 1
Sabtu, 06 Juni 2020
INVESTIGASINEWS.CO 
SIAK. Sabtu 06/06/2020. Dampak Covid-19 sangat menyengsarakan masyarakat, kususnya masyarakat petani cabai di Kampung Langsat Permai dan Temusai, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, Riau. 

Para petani cabe ini sangat mengeluhkan harga cabai merah yang mencapai Rp 9000 sampai dengan Rp.10000 perkilogramnya. Sehingga hal tersebut mengakibatkan banyaknya petani cabai yang enggan memanen cabai yang dimilikinya.

Hal itu disampaikan Istiani, salah seorang petani cabai dari Kampung Temusai kepada INVESTIGASINEWS.CO, Sabtu 06/06/2020, Ia mengatakan, biasanya cabai merah dihari normal berkisaran Rp20.000 hingga 35.000 per kilogramnya, namun saat ini harga cabe sangat merosot sekali  mencapai Rp.9000 perkilo, tentu dengan menurunya harga cabe ini, khusus petani cabe sabagian enggan untuk memanen hasil kebunnya.

"Dengan harga Rp.9000 sampai  harga Rp10.000 per kilogramnya, tentu para petani tidak akan mendapat untung sama sekali bahkan merugi dalam penjualannya. Harapan kami sebagai petani cabe, semoga pihak dinas ketahanan pangan atau dinas terkait bisa menjembatani masalah harga cabe yang semakin merosot, selain itu juga bisa membantu alat bajak sawah seperti jonder, karena petani merupakan garda terdepan ketahanan pangan disaat pandemik Covid-19," harap wanita yang juga sebagai Sekretaris Bapekam Kampung Temusai ini.
Hal senada juga disampaikan Hasan, atau yang sering di sapa Mas Kancek, Petani Cabe dari Kampung Langsat Permai, menurutnya kalau harga cabe Rp25.000 sampai Rp35.000 per kilogram, petani bisa dikatakan mendapat untung, tapi kalau dibawah itu, hasil penjualannya habis untuk biaya oprasional saja, ditambah lagi saat ini biaya produksinya lebih.

“Sebelum COVID-19, harga cabai Rp25.000 sampai Rp35.000 per kilogram mas, sekarang Rp10.000 per kilogramnya,” ungkapnya sambil mengelus dada.

Dia berharap kepada Pemerintah Daerah Siak untuk dapat menstabilkan harga cabai di pasaran.

“Kami berharap pemerintah atau dinas Disperindag Siak dapat kembali menormalkan harga cabai di pasaran, paling tidak diatas Rp20.000 per kilogramnya. Dimana masyarakat dapat membeli dengan harga terjangkau dan petani pun dapat untuk sikit-sikit memperbaiki ekonomi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga," pungkasnya.***Sugianto