Aktivis LIBRA (Lembaga Independen Bela Rakyat), Mulyadi KR: 'Kami Duga Ada Proyek Fiktif di PALI'

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Aktivis LIBRA (Lembaga Independen Bela Rakyat), Mulyadi KR: 'Kami Duga Ada Proyek Fiktif di PALI'

Kamis, 04 Juli 2019

INVESTIGASINEWS.CO
PALI. Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sumsel TA 2019 ada proyek yang diduga fiktif oleh Mulyadi KR yang juga mejabat Kepala Perwakilan Lembaga Independen Bela Rakyat (LIBRA). Proyek yang diduga fiktif tersebut adalah: Pembangunan drainase RSUD Talang Ubi I dan Pembangunan tembok penahan rumah sakit Talang Ubi (bhayangkara).

Dengan adanya dugaan tersebut, awak media INVESTIGASINEWS.CO, Kamis 04/07/2019, mengkonfirmasi kebenaran issue tersebut. Saat dikonfirmasi, Mulyadi KR, mengatakan, "Saya menduga adanya proyek fiktif seperti yang dimaksud diatas yakni sepenjang sepengetahuan saya (Mulyadi KR-red) dalam melakukan kontrol/monitor sudah dikerjakan pada tahun 2018 lalu dan pekerjaan tersebut dibiyayai/pendanaan oleh kakak sepupu saya sendiri yang bernama Ali Imron S. dan pekerjaan tersebut diperoleh kakak sepupu saya dari Sarmin Hardianto. Sementara, saudara Sarmin Hardianto sendiri mendapatkan pekerjaan tersebut  dari dinas PERKIM PALI", ujarnya.

Melanjutkan, "Pekerjaan tersebut akan dibayarkan dengan dana tanggap darurat tahun 2018, kata Sarmin Hardianto kepada Ali Imron ST namun pada kenyatannya sampai dengan pekerjaan diselesaikan tidak dibayarkan oleh Sarmin Hardianto kepada Ali Imron ST sampai dengan habisnya tahun anggaran 2018 Ali Imron  ST belum menerima pembayaran dalam bentuk apapun dari Sarmin Hardianto terkait dengan pekerjaan tersebut", sambung Mulyadi KR panjang lebar menjelaskan.

"Seiring waktu Pergantian Tahun Anggaran 2019 muncul lagi judul dan anggaran yang bertepatan dengan tempat pekerjaan yang sudah dikerjakan pada tahun 2018 lalu, dan jelas pekerjaan tersebut  tercantum dalam Dokumen Pelaksanaan  anggaran (DPA) Dinas perumahan dan kawasan pemukiman tahun anggaran 2019. Anggaran yang diduga fiktif tersebut ditagih oleh pihak ketiga/kontraktor sampai dengan pembayaran menggunakan CV. Dua Putri dan CV. Sukses Bangun Mandiri, namun fisik pembangunan pada tahun 2019 tidak direalisasikan", jelas Mulyadi KR saat ditemui di warung bakso Handayani Mulya pada Kamis Siang 04/07/2019.

Atas informasi tersebut, INVESTIGASINEWS.CO mencoba menggali informasi lebih lanjut dengan mengkonfirmasi beberapa pihak terkait untuk dimintai keterangan.

Pihak RSUD Talang Ubi, melalui Direktur Dr. Hj. Tri Fitriyanti, mengatakan, "Benar. Tidak ada kegiatan pembangunan tersebut ditahun 2019 ini. Adapun kegiatan tersebut sudah dilaksanakan pada tahun 2018 lalu", ujarnya saat ditemui diruang kerjanya.

Sementara dari pihak dinas terkait dalam hal ini Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PERKIM) INVESTIGASINEWS.CO tidak berhasil menemui kepala DINAS secara langsung.

Melalui komunikasi via whats app, Irwan ST. MM. mengatakan bahwa pekerjaan tersebut memang ada dan mendahului dengan alasan darurat mengingat pagar dan tembok RSUD roboh. Untuk lebih lanjut, ia mengarahkan INVESTIGASINEWS.CO untuk menemui Junaidi selaku PPK terkait pekerjaan itu.

Senada dengan keterangan Irwan ST, Junaidi saat ditemui INVESTIGASINEWS.CO memberikan keterangan serupa bahwa benar pekerjaan itu dilaksanakan pada tahun 2018  dan dianggarkan pada tahun 2019 sebagai langkah darurat.

Selanjutnya Ali Asman Tambunan ST, selaku PPTK juga mengiyakan bahwa pekerjaan itu memang dikerjakan pada tahun 2018.

Sementara, Julius selaku pelaksana PHO (Profesional Hand Over) pekerjaan ini, mengaku tidak tahu pastinya dan kapan kegiatan pekerjaan itu dilaksanakan.

"Saya hanya menerima dan saat saya cek di lapangan memang ada fisik bangunannya. Tapi saya tidak tau pasti kapan pengerjaannya", ujar Julius.***mh